Minggu, 18 Oktober 2015

Okeeeee postingan pertama gue sebagai perilisan blog pertama gue ini adalah gue akan menampilkan cerbung gue yang gue tulis sendiri dengan kemampuan merangkai kata seadanya... okehh langsung aja dibaca... moga kalian suka :D
Cerbung....
Lentera Hati # 1
Hidup itu terkadang  seperti jalan kecil yang gelap, terkadang  pula seperti jalan raya yang terang benderang . dan hari ini aku sadar, bahwa aku telah tersesat dalam sebuah jalan yang bernama kehidupan. Jalan yang pernah ku tempuh bersama seseorang  yang sangat sempurna. Jalan yang membuat ku rindu akan seseorang. Seorang yang  membuka hatiku. Seorang  yang telah menjadi lentera dalam jalan hidupku
***
Mentari pagi mulai menampakkan diri, menerangi setiap sudut rumah sakit dengan cahaya indahnya. Pagi itu, tergesa-gesa aku langkahkan kaki ku menuju ke sebuah ruang rawat dilantai dua. Betapa tak sabarnya hatiku setelah aku tau bahwa aku akan bertemu dengan seseorang yang selama ini aku nantikan agar segera sadar komanya. Dia adalah wali kelas kami, yang  satu minggu lalu telah mengalami kecelakaan akibat sebuah pohon besar yang menimpa sebagian badan bus yang saat itu wali kelas kami tumpangi. Aku melangkah kan kaki ku dengan tergesa-gesa, saat sampai tepat di depan pintu ruang rawat yang terbuka lebar. Ku lihat banyak teman-teman sekelas ku yang sudah tiba disana. Tetapi, dari wajah mereka semua tak satu pun yang tertsenyum saat itu. Wajah mereka semua tegang seperti akan mengambil rapor kenaikan kelas. Dengan langkah ragu-ragu aku memasuki ruangan itu, lalu segera melemparkan senyum kesemua orang yang ada disana. Aku lalu duduk di dekat teman sebangku dikelas
“tia, kenapa kalian semua tegang?”,tanyaku dengan nada yang sangat penasaran.
“kau tau? Bu ema akan pindah dari sekolah?” jawab tia
Sejenak perasaan ku berubah.
“tapi kenapa? Apa kita berbuat kesalahan lagi?”
“tidak. Tapi dari yang ku dengar, bu ema dikeluarkan karena cara mengajarnya yang dianggap terlalu aneh”
“kau tau? Ini itu seperti karma. Bukahkah dari dulu kita menginginkan beliau untuk keluar dari sekolah? Tapi sekarang, ketika beliau akan pergi kita malah menginginkannya tetap tinggal” bisik danar yang ikut-iktan nimbrung kaya listrik koslet.
Sejenak aku seperti kembali pada masa lalu. Saat itu adalah hari pertamaku dan teman-teman sekelasku masuk sekolah sebagai murid kelas 12. Seperti biasa di hari pertama tentunya akan terjadi sebuah perang besar-besaran dalam rangka memperebutkan bangku paling belakang yang lazimnya dilakukan oleh siswa laki-laki yang memang enggan untuk duduk di depan karena jika mereka duduk didepan berarti secara terpaksa mereka harus mendengarkan guru-guru yang terkadang menguji kesabaran diri...hmmm padahal sebenarnya hal itu lebih banyak di alami oleh guru-guru dari pada siswa menurut saya. Pagi itu, seperti biasa aku datang agak terlambat dan langsung mengambil posisi tempat duduk paling depan. Baru sekitar 5 detik duduk ditempat itu, seseorang tiba-tiba menghampiriku.
“ini bangku ku” ucap orang itu tanpa basa-basi kepadaku
“aku baru kali ini melihatmu? Apa kau murid baru?”jawabku tanpa mengindahkan mosinya tadi
“itu tidak penting, yang paling penting sekarang kau pergi dari tempat ini karena ini bangku ku”ucapnya dengan nada agak sedikit kesal
“oh”jawabku singkat agar semakin membuatnya kesal
“kau!!!! Apa kau tidak tau aku ini siapa? Aku ini hayat. Anak dari pemilik perusahaan terbesar ke 3 dikota ini!!!”
“oh,ya” sambil bangkit dari tempat duduk ku” aku Ega...hmmm orang tua ku bukan orang terkenal, tapi menurutku aku punya hak untuk duduk disini. Karena apa? Karena aku lebih dulu tiba disini”ucap ku dengan senyum tipis sambil mengulurkan tanganku
Terlihat dari wajah hayat, ia sangat kesal. Ia kemudian menepis tangan ku dan menarik lengan ku dengan paksa. Aku sebenarnya ingin sekali memukulnya. Akan tetapi seorang wanita paruh baya, yang  ternyata adalah wali kelas baru kami lebih dulu datang sebelum aku sempat memukulnya. Aku, hayat dan semua teman-temanku terus menatap wanita itu. Tatapan wanita itu begitu kosong. Perasaan ku tiba-tiba saja menjadi aneh karena wanita itu. Terlebih lagi ketika ia langsung menghampiri aku dan hayat yang sedang bertengkar.
“apa yang kalian lakukan?”tanya wanita itu
“gadis ini sudah mengambil tempat duduk ku”jawab hayat santai
“BOHONG!!! Aku yang lebih dulu duduk disini. Dia yang dari tadi memaksa ku agar mencari tempat duduk lain” jelas ku pada wanita itu
“kau, siapa namamu?”tanya wanita itu padaku
“saya ega”
“dan kau?”
“saya hayat. Saya rasa  seharusnya ibu sudah mengenal saya” jawab hayat dengan nada licik
Terlihat dari wajah wanita itu, yang semulanya dingin tiba-tiba saja menjadi kaget. Sedangkan perasaanku semakin aneh
“baiklah hayat, kau boleh mendapatkan tempat itu”ucap wanita itu tiba-tiba yang tentu membuat ku marah bukan main
“tapi bu, tempat ini adalah tempatku”
“sudahlah, jangan membantah kau sudah dengan sendiri kan?” ucap hayat dengan nada kemenangan lalu menyingkirkan tas ku dengan kasar dari tempat duduk ku
“apa ibu serius? Kenapa ibu membela anak itu?” tanyaku dengan nada masih tidak terima.
 Akan tetapi, wanita itu tidak memberikan respon apapun. Ia hanya diam lalu segera duduk di meja guru dengan perasaan kesal aku lalu memungut tasku dan segera duduk di dekat tia, teman sebangku waktu kelas 11

Bersambung....



Tidak ada komentar:

Posting Komentar