Okeeeee postingan
pertama gue sebagai perilisan blog pertama gue ini adalah gue akan menampilkan
cerbung gue yang gue tulis sendiri dengan kemampuan merangkai kata seadanya...
okehh langsung aja dibaca... moga kalian suka :D
Cerbung....
Lentera Hati
# 1
Hidup itu
terkadang seperti jalan kecil yang
gelap, terkadang pula seperti jalan raya
yang terang benderang . dan hari ini aku sadar, bahwa aku telah tersesat dalam
sebuah jalan yang bernama kehidupan. Jalan yang pernah ku tempuh bersama
seseorang yang sangat sempurna. Jalan
yang membuat ku rindu akan seseorang. Seorang yang membuka hatiku. Seorang yang telah menjadi lentera dalam jalan
hidupku
***
Mentari pagi
mulai menampakkan diri, menerangi setiap sudut rumah sakit dengan cahaya
indahnya. Pagi itu, tergesa-gesa aku langkahkan kaki ku menuju ke sebuah ruang
rawat dilantai dua. Betapa tak sabarnya hatiku setelah aku tau bahwa aku akan
bertemu dengan seseorang yang selama ini aku nantikan agar segera sadar
komanya. Dia adalah wali kelas kami, yang
satu minggu lalu telah mengalami kecelakaan akibat sebuah pohon besar
yang menimpa sebagian badan bus yang saat itu wali kelas kami tumpangi. Aku
melangkah kan kaki ku dengan tergesa-gesa, saat sampai tepat di depan pintu
ruang rawat yang terbuka lebar. Ku lihat banyak teman-teman sekelas ku yang
sudah tiba disana. Tetapi, dari wajah mereka semua tak satu pun yang tertsenyum
saat itu. Wajah mereka semua tegang seperti akan mengambil rapor kenaikan
kelas. Dengan langkah ragu-ragu aku memasuki ruangan itu, lalu segera
melemparkan senyum kesemua orang yang ada disana. Aku lalu duduk di dekat teman
sebangku dikelas
“tia, kenapa
kalian semua tegang?”,tanyaku dengan nada yang sangat penasaran.
“kau tau? Bu
ema akan pindah dari sekolah?” jawab tia
Sejenak
perasaan ku berubah.
“tapi
kenapa? Apa kita berbuat kesalahan lagi?”
“tidak. Tapi
dari yang ku dengar, bu ema dikeluarkan karena cara mengajarnya yang dianggap
terlalu aneh”
“kau tau?
Ini itu seperti karma. Bukahkah dari dulu kita menginginkan beliau untuk keluar
dari sekolah? Tapi sekarang, ketika beliau akan pergi kita malah menginginkannya
tetap tinggal” bisik danar yang ikut-iktan nimbrung kaya listrik koslet.
Sejenak aku
seperti kembali pada masa lalu. Saat itu adalah hari pertamaku dan teman-teman
sekelasku masuk sekolah sebagai murid kelas 12. Seperti biasa di hari pertama
tentunya akan terjadi sebuah perang besar-besaran dalam rangka memperebutkan
bangku paling belakang yang lazimnya dilakukan oleh siswa laki-laki yang memang
enggan untuk duduk di depan karena jika mereka duduk didepan berarti secara
terpaksa mereka harus mendengarkan guru-guru yang terkadang menguji kesabaran
diri...hmmm padahal sebenarnya hal itu lebih banyak di alami oleh guru-guru
dari pada siswa menurut saya. Pagi itu, seperti biasa aku datang agak terlambat
dan langsung mengambil posisi tempat duduk paling depan. Baru sekitar 5 detik
duduk ditempat itu, seseorang tiba-tiba menghampiriku.
“ini bangku
ku” ucap orang itu tanpa basa-basi kepadaku
“aku baru
kali ini melihatmu? Apa kau murid baru?”jawabku tanpa mengindahkan mosinya tadi
“itu tidak
penting, yang paling penting sekarang kau pergi dari tempat ini karena ini
bangku ku”ucapnya dengan nada agak sedikit kesal
“oh”jawabku
singkat agar semakin membuatnya kesal
“kau!!!! Apa
kau tidak tau aku ini siapa? Aku ini hayat. Anak dari pemilik perusahaan
terbesar ke 3 dikota ini!!!”
“oh,ya”
sambil bangkit dari tempat duduk ku” aku Ega...hmmm orang tua ku bukan orang
terkenal, tapi menurutku aku punya hak untuk duduk disini. Karena apa? Karena aku
lebih dulu tiba disini”ucap ku dengan senyum tipis sambil mengulurkan tanganku
Terlihat dari
wajah hayat, ia sangat kesal. Ia kemudian menepis tangan ku dan menarik lengan
ku dengan paksa. Aku sebenarnya ingin sekali memukulnya. Akan tetapi seorang
wanita paruh baya, yang ternyata adalah
wali kelas baru kami lebih dulu datang sebelum aku sempat memukulnya. Aku, hayat
dan semua teman-temanku terus menatap wanita itu. Tatapan wanita itu begitu
kosong. Perasaan ku tiba-tiba saja menjadi aneh karena wanita itu. Terlebih lagi
ketika ia langsung menghampiri aku dan hayat yang sedang bertengkar.
“apa yang
kalian lakukan?”tanya wanita itu
“gadis ini
sudah mengambil tempat duduk ku”jawab hayat santai
“BOHONG!!! Aku
yang lebih dulu duduk disini. Dia yang dari tadi memaksa ku agar mencari tempat
duduk lain” jelas ku pada wanita itu
“kau, siapa
namamu?”tanya wanita itu padaku
“saya ega”
“dan kau?”
“saya hayat.
Saya rasa seharusnya ibu sudah mengenal
saya” jawab hayat dengan nada licik
Terlihat dari
wajah wanita itu, yang semulanya dingin tiba-tiba saja menjadi kaget. Sedangkan
perasaanku semakin aneh
“baiklah
hayat, kau boleh mendapatkan tempat itu”ucap wanita itu tiba-tiba yang tentu
membuat ku marah bukan main
“tapi bu,
tempat ini adalah tempatku”
“sudahlah,
jangan membantah kau sudah dengan sendiri kan?” ucap hayat dengan nada
kemenangan lalu menyingkirkan tas ku dengan kasar dari tempat duduk ku
“apa ibu serius?
Kenapa ibu membela anak itu?” tanyaku dengan nada masih tidak terima.
Akan tetapi, wanita itu tidak memberikan
respon apapun. Ia hanya diam lalu segera duduk di meja guru dengan perasaan
kesal aku lalu memungut tasku dan segera duduk di dekat tia, teman sebangku
waktu kelas 11
Bersambung....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar